Kuala Lumpur (ANTARA News) -Kaum homoseksual Malaysia sering menggunakan toilet di mall-mall untuk bercinta dengan pasangan mereka, dengan hanya membayar 30 sen ringgit (sekitar Rp800) untuk sekali masuk ke fasilitas umum itu.
Harian lokal Malaysia, Metro, pada Rabu melaporkan, seorang petugas keamanan sebuah pusat pembelanjaan di kawasan turis Bukit Bintang, Mohd Hamdan Zainuddin (44) menuturkan bahwa perilaku menyimpang kaum homoseksual itu hampir setiap minggu ditemukan dan terbongkar.
Mohd Hamdan mengaku prihatin dengan kecenderungan perilaku kaum homoseksual di negaranya itu karena sebagian dari mereka adalah anak muda, pelajar sekolah menengah, dan sekolah tinggi, bahkan sampai melibatkan pelancong asing yang bercinta dengan warga Malaysia.
"Berdasarkan beberapa kasus yang ditemukan, para gay ini biasanya akan masuk ke WC seperti pengguna lain, namun gerak-geriknya mencurigakan. Walaupun tiada kamera CCTV dalam WC umum, penjaga atau pengutip bayaran di pintu masuk WC serta pekerja kebersihan sentiasa peka dengan gelagat mereka," kata Mohd Hamdan.
"Para gay sering tidak menyadari WC mereka diamati setiap 15 menit, karena sedang napsu. Mereka diamati lewat cermin. Setelah itu dilaporkan kepada petugas keamanan. Mereka biasanya mengaku hanya sekedar merokok dalam WC meskipun dua laki-laki masuk dalam satu WC," katanya. Para petugas keamanan dan kebersihan hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kebiasaan gila para gay itu.
Para petugas keamanan pusat belanja yang sering menangani kasus ini sudah punya kiat untuk membongkar aksi mereka. Petugas biasanya memberikan surat peringatan sekaligus mencatat nama pelakunya."Malah pernah sebelum ini beberapa pelancong Australia dan Singapura tertangkap sedang bercinta dengan pasangannya warga Malaysia setelah berkenalan melalui internet," katanya.
My Comment :> wah .. temen temennya AREZEOT tuh ...
Banci Door Garden (taman lawang kalee ..)


4 komentar:
Do you think malaysia recognizes gay?in your dreams my friend..this post would give you a big slap across your face! "Islam di Indonesia menerima Homosexualiti".Ini lebih bodoh,mencampur adukkan agama dgn gay! A local indonesian newspaper(Jakarta Post) reports that the muslims in indonesia accepts homosexuality,and encourage muslims to 'open their minds' to also accept this change in this modern world.but have they lost their minds?
Please read as proof:
Islam 'recognizes homosexuality'
Abdul Khalik , The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 03/28/2008 1:38 AM | Headlines
Homosexuals and homosexuality are natural and created by God, thus permissible within Islam, a discussion concluded here Thursday.
Moderate Muslim scholars said there were no reasons to reject homosexuals under Islam, and that the condemnation of homosexuals and homosexuality by mainstream ulema and many other Muslims was based on narrow-minded interpretations of Islamic teachings.
Siti Musdah Mulia of the Indonesia Conference of Religions and Peace cited the Koran's al-Hujurat (49:3) that one of the blessings for human beings was that all men and women are equal, regardless of ethnicity, wealth, social positions or even sexual orientation.
"There is no difference between lesbians and nonlesbians. In the eyes of God, people are valued based on their piety," she told the discussion organized by nongovernmental organization Arus Pelangi.
"And talking about piety is God's prerogative to judge," she added.
"The essence of the religion (Islam) is to humanize humans, respect and dignify them."
Musdah said homosexuality was from God and should be considered natural, adding it was not pushed only by passion.
Mata Air magazine managing editor Soffa Ihsan said Islam's acknowledgement of heterogeneity should also include homosexuality.
He said Muslims needed to continue to embrace ijtihad (the process of making a legal decision by independent interpretation of the Koran and the Sunnah) to avoid being stuck in the old paradigm without developing open-minded interpretations.
Another speaker at the discussion, Nurofiah of the Nahdlatul Ulama (NU), said the dominant notion of heterogeneity was a social construction, leading to the banning of homosexuality by the majority.
"Like gender bias or patriarchy, heterogeneity bias is socially constructed. It would be totally different if the ruling group was homosexuals," she said.
Other speakers said the magnificence of Islam was that it could be blended and integrated into local culture.
"In fact, Indonesia's culture has accepted homosexuality. The homosexual group in Bugis-Makassar tradition called Bissu is respected and given a high position in the kingdom.
"Also, we know that in Ponorogo (East Java) there has been acknowledgement of homosexuality," Arus Pelangi head Rido Triawan said.
bakpela sek sek mung bodo sangat? mung rasa mung wat blog gining mung buleh menang ke boh??????? bodo, nok ganyang orang, weh rakyat mung brapa juta? buleh makang blaka dok? gi wi makang ke sek sek mung dulu kalu rasa nok perang ngat, tahik!
weh indongsial!
sembang nok sedap.
ikut wat reti sket kalau nok jirang ngat ngan orang lain. tarian pendet mung nok ngat ambikla, dok islamik langsung. pale otak duduk mana?
pala lutut? jubo?
mung reti dok aku cakap mende nih?
kalu mung dok reti gi balik blajo baca buku dulu!
indongsial!!
kalau negara dah jauh sesat terpesong, macam tu lah... tapi aku rasa, semua blog indon yang anti-malaysia bukan muslim ler... thats why depa nak api-apikan...
maklumlah, ramai je orang indon pakai songkok, tapi makan babi...
Saya orang Malaysia....sentiasa mengikuti sejarah dan perkembangan Indonesia..dan saya tertarik dengan blog ini. Indonesia dengan pelbagai bangsa dan pelbagai karenahnya..bukan semua penduduk Indonesia tu tidak suka Malaysia..hanya sebilangan kecil yang diupah untuk memburukkan dan menjejaskan hubungan baik Malaysia dan indonesia..atas kepentingan Zionis..yang bertopengkan islam dan dipelopori Kumpulan Bendera..Mereka ini diberikan dana oleh negara asing dan mengupah orang lain melakukan demonstrasi..sebab ada agenda yang tersembunyi..ia biasa kumpulan kecil..kalau benar..orang islam diindonesia benci sama malaysia kenapa NU dengan ahlinya yang berjuta orang tidak berdemo?..keranaya NU mempunyai jalan yang lurus tanpa dipengaruhi oleh dakyah yang berteraskan Uang semata-mata tidak seperti kumpulan bendera yang mahukan dana dan mempopularkan kumpulan mereka..dan yang kedua mana mungkin melayu acheh akan berperang dengan melayu malaysia yang mempunyai hubungan persaudaraan yang erat..kalau menurut sejarah semenjak zaman pemerintahan sukarno dan shurto ramai ulama2 acheh dibunuh dan dilabelkan ekterimis agama..dan apa jadi kepada GAM(gerakan acheh merdeka)yang dibantai oleh TNI..berapa puluh ribu keluarga GAM yang ditindas dan dimusnahkan kediaman mereka oleh TNI..nah itu jawa punya angakara untuk menghapuskan orang melayu acheh..tapi Allah maha kuasa..dengan perjuangan GAM yang menumpahkan darah dan menanggung penyeksaan akhirnya mereka berjaya menegakkan negara Acheh merdeka dengan mendapat kuasa Autonomi dari jawa..iaitu sama tarafnya dengan wilayah malaysia sabah dan sarawak..kepada pembaca bangsa melayu di Indonesia jangan terpengaruh dengan niat jawa untuk ganyang malaysia kerana mereka ada agenda untuk sumatera..fikirkanlah dengan waras...malaysia yang jahat atau jawa indonesia yang jaha
Poskan Komentar